Selamat Datang........ kepada semua pengunjung yang mau mampir di Website pribadi saya, Website Media Geografi merupakan website yang menyajikan artikel/ materi pembelajaran ilmu bumi dan antariksa secara interaktif.
Halaman
Total Tayangan Halaman
Kamis, 27 Januari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Banjir di Australia mungkin dampak perubahan iklim ...
Banjir yang baru-baru ini terjadi di Queensland, Australia, merupakan banjir terparah di negara itu, setidaknya dalam tiga dekade terakhir. Para ilmuwan mengutarakan bahwa banjir ini sangat mungkin memiliki keterkaitan dampak dengan perubahan iklim akibat pemanasan global.
Meski demikian, masih terlalu dini pula untuk menarik kesimpulan banjir tsunami disebabkan badai La Nina dengan pola yang lebih intens daripada biasanya.
Seperti disampaikan oleh Kepala Divisi Monitor dan Prediksi Iklim dari Australia Bureau of Meteorology di Melbourne, David Jones, "Pertama-tama, dapat kita katakan La Nina dan El Nino terjadi di Bumi yang makin panas. Polanya akan berbeda dengan pola biasa."
Jones berkata, dengan adanya perubahan iklim diduga fenomena La Nina menjadi berbeda."La Nina bisa jadi faktor penyebab banjir yang lebih parah karena hujan pun lebih buruk," katanya pada Reuters.
Dalam setahun belakangan temperatur di permukaan laut juga mencapai rekor paling hangat untuk kawasan Australia, dan kelembaban udara termasuk yang tertinggi untuk kawasan Australia bagian timur.
Sedangkan ahli iklim terkenal Amerika, Kevin Trenberth menegaskan, benar fenomena beberapa La Nina dan El Nino teraktual, terutama yang di Asia, menunjukkan gejala-gejala berbeda. Dan hal ini oleh karena faktor perubahan iklim secara global. Namun untuk menyepakati apakah pola baru ini akan memperburuk keadaan, ilmuwan masih berdebat.
Banjir rusak kota-kota
Guyuran hujan lebat yang berujung banjir merendam sekitar 30 ribu rumah di Queensland semenjak bulan lalu. Ibukota Queensland, yakni Brisbane, lumpuh total. Sampai saat ini, tercatat 19 korban tewas serta ribuan orang lainnya mengungsi.
Kota berpenduduk dua juta jiwa tersebut menjadi kota terakhir yang tergenang banjir di area Queensland. Sebelumnya, hujan deras mengubah tiga perempat wilayah Queensland menjadi zona bencana yang skalanya dua kali lebih besar daripada ukuran negara bagian Texas di Amerika Serikat.
Puluhan ribu rumah juga tidak mendapat suplai listrik. Lebih dari 50 kawasan di pinggir kota dan jalan-jalan terendam setelah Sungai Brisbane turut meluap. Tanggul sungai jebol sejak hari Selasa (11/1) karena tidak mampu menahan luapan banjir. Elevasi atau ketinggian air di sungai tersebut disinyalir akan terus bertambah setelah kemarin telah mencapai lima meter.
Untuk sementara, kantor berita Reuters melaporkan perkiraan kerugian akibat banjir sebesar 5 milir dolar. Wartawan BBC di Brisbane Phil Mercer melaporkan, kota itu kini harus melakukan perbaikan infrastruktur besar-besaran. Bahkan sebagian korban banjir kemungkinan besar tidak bisa kembali ke tempat tinggal mereka.
Berita terkait :
Minggu, 09 Januari 2011
Foto Resolusi Tinggi Galaksi Andromeda .....
Foto yang dikeluarkan Badan Administrasi Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu (5/1/2011) merupakan foto yang paling jelas dari Galaksi Andromeda yang pernah diambil dengan sinar inframerah. Teleskop inframerah The Herschel memotret pada 25 Desember 2010. Lingkaran cincin debu di luar pusat galaksi diperkirakan akibat tabrakan antara galaksi yang lebih kecil dan Andromeda pada masa silam. Citra ini hasil dari Observatorium Antariksa Herschel dengan sinar inframerah (warna oranye) dan dari teleskop XMM-Newton yang menggunakan sinar X (warna biru).
Andromeda adalah galaksi terbesar yang terdekat dengan Galaksi Bima Sakti-galaksi kita.
Sumber : Kompas.com
Andromeda adalah galaksi terbesar yang terdekat dengan Galaksi Bima Sakti-galaksi kita.
Sumber : Kompas.com
Rabu, 05 Januari 2011
Musim Yang Kian Membingungkan ...
Pada saat ini negara kita, sedang dibuat bingung dengan perubahan musim yang yang tidak menentu. Bagaimana tidak........ disaat bulan Juni sampai Oktober kita mengalami musim kemarau, tetapi pada bulan-bulan tersebut hampir setiap hari kita diguyur hujan.... wah asyik khan !!!...
Sabtu, 01 Januari 2011
Hujan Meteor Quadrantids Menyambut Tahun Baru 2011 ...
Beberapa lokasi perayaan malam tahun baru bisa menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Quadrantids. Selain di alam bebas, lantai atas rumah dapat digunakan sebagai tempat pengamatan.
Astronom dari Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar mengatakan, pantai adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor. "Langitnya lebih pekat dan pandangan ke angkasanya lebih lapang," ujarnya.
Daerah pegunungan dan teras atau atap rumah pun, kata pendiri Komunitas Langit Selatan Vivian Yamani, bisa menjadi tempat pengamatan yang baik. Adapun di daerah perkotaan agak kurang baik karena cahaya lampunya kuat. "Apalagi kalau ada pesta kembang api," katanya, Jumat (31/12).
Hujan meteor Quadrantids berlangsung rutin setiap tahun pada 1 hingga 5 Januari mendatang. Waktu terbaik melihatnya antara pukul satu dinihari hingga menjelang subuh. Hujan meteor ini bisa disaksikan di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Pada masa puncak yang diperkirakan terjadi pada 3 atau 4 Januari, kata Evan, diperkirakan mencapai 40 meteor setiap jamnya. Masa puncak berlangsung hanya 3 jam mulai pukul 01.00. Selain tanggal itu, hanya 15 meteor per jam yang bakal muncul.
Arah datang hujan meteor berada di langit arah timur laut langit. Ketinggiannya sekitar 30 derajat dari garia cakrawala.
Sumber : Tempointeraktif.com
Berita terkait :
Astronom dari Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar mengatakan, pantai adalah salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan hujan meteor. "Langitnya lebih pekat dan pandangan ke angkasanya lebih lapang," ujarnya.
Daerah pegunungan dan teras atau atap rumah pun, kata pendiri Komunitas Langit Selatan Vivian Yamani, bisa menjadi tempat pengamatan yang baik. Adapun di daerah perkotaan agak kurang baik karena cahaya lampunya kuat. "Apalagi kalau ada pesta kembang api," katanya, Jumat (31/12).
Hujan meteor Quadrantids berlangsung rutin setiap tahun pada 1 hingga 5 Januari mendatang. Waktu terbaik melihatnya antara pukul satu dinihari hingga menjelang subuh. Hujan meteor ini bisa disaksikan di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Pada masa puncak yang diperkirakan terjadi pada 3 atau 4 Januari, kata Evan, diperkirakan mencapai 40 meteor setiap jamnya. Masa puncak berlangsung hanya 3 jam mulai pukul 01.00. Selain tanggal itu, hanya 15 meteor per jam yang bakal muncul.
Arah datang hujan meteor berada di langit arah timur laut langit. Ketinggiannya sekitar 30 derajat dari garia cakrawala.
Sumber : Tempointeraktif.com
Berita terkait :
Langganan:
Postingan (Atom)


